Twitter

seputar valentine's day

Author fahri's - -
Home » seputar valentine's day


Saudara pembaca, semoga allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua. Tanggal 14 februari, adalah tanggal yang lengket bagi kehidupan muda-mudi. Hari yang lazim disebut dengan Valentine’s day ini, konon adalah momen berbagi, mencurahkan segenap kasih saying kepada “pasangan”-nya masing-masing dengan memberi hadiah berupa makanan seperti coklat, permen, dan lain-lain ataupun bunga mawar. Seakan tak terkecuali, remaja islam turut larut dalam ritual tahunan ini, meski tak pernah tahu bagaimana akar sejarah parayaan ini bermula.

Asal-Muasal
            Perayaan ini termasuk salah satu hari raya bangsa romawi paganis (penyembah berhala) dimana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak dari 17 abad silam. Perayaan ini merupakan ungkapan dalam agama paganis romawi- kecintaan terhadap sesembahan mereka.
            Kasha yang paling masyhur tentang asal-muasal perayaan ini adalah kisah kumara bangsa romawi dahulu yang meyakini bahwa Romulus- pendiri kota Roma- disusui oleh seekor serigala betina. Serigaala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan fikiran. Lalu bangsa romawi mempaeringati peristiwa ini pada pertengahan bulan februari setiap tahun dengan prenatal yang mega.
Apa hubungan St. valentine dengan perayaan ini?
       Ada beebread versi dalam masalah ini. Diantara versinya yaitu, Kaisar Claudius II adalah penyembah barhala, sedangkan St. valentine adalah penyeru agama Nasrani. Sang kaisar berusaha mengeluarkanya dari agama nashrani dan mengembalikanya kepada agama paganis romawi. Namun Valentine tetap tangguh memeluk agama nashrani, dan ia debunk karenanya pada 14 februari 270 M, bertepatan dengan malam hari raya paganis romawi Lupercalia [asal kata; (penisbatan kepada) Lupercus (dewa kesuburan, dewa padang rumput dan pelindung ternak), dan faunus (dewa alam dan pemberi wahyu)].
            Ketika bangsa romawi memeluk agama nashrani, mereka tetap melakukan perayaan paganis Lupercalia terse but, hanya saja mereka menggantikanya dengan hari terbunuhnya valentine untuk mengenangnya.
Syi’ar perayaan valentine’s day
1.      Menampakkan kegembiraan dan kesenangan.
2.      Saling memberi mawar merah, sebagai ungkapan cinta, yang dalam budaya romawi paganis merupakan bentuk cinta kepada sesembahan selain allh SWT.
3.      Menyebarkan kartu ucapan selamat hari raya terse but, pada sebagaianya terdapat gambar Cupid, seoranng anak kecil dengan dua sayap membawa busur dan panah. Cupid adalah dewa cinta erotis dalam mitologi romawi paganis. Maha suci allah SWT dari kedustaan dan kesyirikan mereka.
4.      Saling memberi ucapan kasih saying, rindu, dan cinta dalam kartu ucapan yang saling mereka kirim.

5.   Di banyak Negara nashrani diadakan perayaan dalam siang hari, dilanjutkanya bergadang sambil berdansa, bercampur baur laki-laki dan preplan.
Mengapa kaum muslimin tidak boleh merayakanya?
          saudar pembaca yang semoga di muliakan oleh allahSWT , berdasarkan penjelasan diatas, maka wajib bagi kita kaum muslimin untuk meninggalkan perayaan batil ini, karena;
1.         Hari raya dalam islam adalah untuk mendekatkan diri kepada allah SWT. Hari raya merupakan satu syiar agama yang agung. Sedangkan dalam islam, tidaka ada hari raya kecuali Idul Fitri, Idul Adha, dan hari jum’at. Perkara ibadah harus ada dalilnya tidak bias seseorang membuat hari raya sendiri, yang tidak disyaratka oleh allah SWT.
2.         Perayaan hari kasih saying merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir (bangsa romawi paganis), juga menyerupai bangsa nashrani yang meniru mereka.
3.         Tujuan perayaan “kasih saying” pada masa ini adalah menyebarkan kasih saying diantara manusia seluruhnya, tanpa membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir. Hal ini menyelisihi orang islam. Hak orang kafir yang harus ditunaikan kaum mislimin adalah bersikap adil dan tidak menzaliminya. Dia juga berhak mendapatkan sikap baik dengan syarat tidak memerangi atau membantu memerangi kaum muslimin. Allah SWT berfirman (artinya):
“allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negrimu. Sesungguh nya allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al Mumtahanah: 8)
Sikap yang seharusnya di tempuh seorang muslim
1.      Tidak ikut melaksanakanya dengan mengadakan sesuatu yang merupakan syi’ar valentine’s day seperti pesta perayaan, makanan, minuman,pakaian, saling memberi hadiah, kartu, dan lain-lain. Dan tidak pula menyertaiorang yang merayakanya, atau menghadirinya.
2.      Tidak membantu/mendukung orang kafirdalam merrymaking perayaan  mereka dengan sesuatu apapun, baik dengan memberikan hadiah, pengumuman, mengirim kartu, menyediakan makanan, minuman, peralatan untuk perayaan terse but atau syi’ar-syi’arnya, atau meminjaminya, menjual ataupun membeli sesuatu yang merupakan bagian dari perayaan atau syi’ar-syi’arnya, dan lain-lain. Semua itu merupakan sikap tolong-menolong dalam  perbuatan dosa dan permusuhan yang termasuk salah satu kemaksiatan kepada allah SWT. Allah SWT berfirman (artinya): “dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”(AL Maidah: 2)
3.      Tidak membantu kaum muslimin yang ikut-ikutan marayakanya. Bahkan ia wajib meningkari mereka, karena kaum muslimin yang merrymaking hari raya orang kafir adalah perbuatan mungkaryang harus di ingkari.
4.      Tidak mengucapkan hari kasih saying karena hari itu bukan hari raya orang muslimin. Dan bila seorang muslim diberi ucapan selamat hari kasih saying, maka ia tidak boleh membalasnya.
5.      Menjelaskan hakikat perayaan ini dan hari-hari raya orang kafir yang seminally, kepada kaum muslimin yang tertipu dengannya.


Nasehat untuk kaum muslimin
            Wajib bagi segenap kaum musliminn untuk berpegang teguh dengan agamanya dan tidak manicotti setiap ajakan dan seruan tanpa adanya dalil yang jelas.
            Wajib pula bagi segenap kaum muslimin untuk berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan hadtis rasulullah yang shahih dalam setiap aktivitas dankeadaanya. Hendaknya selalu waspada dan ekstra hati-hati agar tidak terjatuh dalam kesesatan orang-orang yahudi, nashrani dan orang-orang fasik. Serta selalu bergantung kepada allah SWT dalam memohon hid ayah dan keteguhan dalam berpegang dalam agamanya.
            Akhirnya kami memohon kepada allah SWT agar melindungi kaum muslimin dari fitnah, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Amin Yaa Robbal ‘Alamin………….